Home »
BERITA DALAM NEGRI
,
BERITA HANGAT
,
SEXS
,
WANITA
» PSK ABG Lesbian Medan Peliharaan Wanita Mapan
PSK ABG Lesbian Medan Peliharaan Wanita Mapan
Written By Unknown on Kamis, 10 Maret 2016 | 12.14
PSK ABG Lesbian Medan Peliharaan Wanita Mapan
SAKURATOTO - Fenomena PSK ABG lesbian membuat penasaran. Tapi malam itu tim tak berhasil melakukan pendekatan. “Sama kami yang tiap hari di sini aja sombong, apalagi sama abang-abang yang baru datang. Lagi pula gak nafsu orang itu sama laki-laki,” ujar mucikari Boncil yang menemani tim hingga dini hari.
Setelah ngobrol ngalur ngidul, akhirnya dari mucikari waria itu, tim dijanjikan ketemu dengan seorang temannya yang lesbian. Dia pun berjanji mempertemukan dengan perempuan itu pada esok malamnya. “Besok malam di sini aja ketemunya,” ujarnya sambil meminta uang tip.
Sayang, esok malamnya teman si mucikari itu tak datang. “Gak mau dia bang. Udah capek kali aku ngerayunya. Tapi aneh juga, abang-abang ini mau ngapai kok pesan lesbi. Abang-abang ini polisi ya?,” ujar mucikari itu curiga. “Bukan, kami penasaran aja mau tahu ceritanya,” ujar salah seorang tim agar si mucikari itu tak curiga.
Setelah tiga hari penasaran, titik terang pun diperoleh. Dengan bantuan seorang teman, tim dipertemukan dengan seorang wanita pemakai jasa PSK ABG lesbi tersebut. Tapi sayang, wanita yang berkerja sebagai teler di bank swasta ini, tak bersedia memanggil dan mempertemukan PSK ABG lesbi ‘peliharaannya’ dengan tim.
“Gaklah, kasihan dia, kalau kalian tulis jadi berita. Biarlah seperti itu. Keberadaan kami (pengguna jasa PSK Lesbi) juga jangan kalian tulis. Wartawan pasti selalu ada maunya,” ujar wanita cantik itu underestimate kepada tim.
Pertemuan teler bank itu hanya sebentar, karena dia menolak diwawancarai lebih jauh. Dia juga memohon eksistensi PSK ABG lesbi, tak diekspose dengan alasan kemanusiaan. “Ya, sudahlah. Kalau boleh saya mau beranjak dulu,” ujarnya meninggalkan tim.
Informasi tentang PSK ABG lesbi, akhirnya diceritakan oleh teman yang ikut dalam investigasi tim. Menurutnya, komunitas ABG penjual kenikmatan sejenis itu sangat tertutup. Jumlahnya juga sangat terbatas.
“Ya, mereka ada, cuma sangat tertutup. Kalau mangkal biasanya di sekitar Stadion Teladan, Kafe SPBU Jalan Adam Malik, depan Ramayana Aksara dan di kawasan Ring Road. Pelanggannya juga sama, sangat tertutup dan kalangan terbatas. Biasanya ibu-ibu atau wanita setengah baya,” ujarnya.
SELENGKAPNYA >>>

0 komentar:
Posting Komentar